Rabu, 25 Maret 2009

teori arsitektur 02

pendekatan pada rumah susun




Saya kira rumah susun sudah sangat familiar di kota-kota besar.Namun perlu diketahui bahwa tidaklah cukup hanya menempatkan orang-orang didalam hunian tersebut.
kita sebagai arsitek kiranya perlu memperhatikan berbagai hal sehingga orang-orang yang kelak tinggal di rumah susun rancangan kita merasa nyaman.Hal ini tentunya dapat mendukung aktivitas meraka.
Salah satu hal yang wajib kita pertimbangkan adalah pendekatan sosialnya.
Orang Indonesia terkenal keramahtamahannya,serta gotong royong.Kita selalu berusaha untuk hidup berdampingan dengan orang disekitar.Sehingga akan sulit bila tidak ada hubungan social atau tanpa interaksi.Kita sangat jauh berbeda dengan orang eropa yang hidupnya lebih cendrung individual.
Sehingga saya kira dalam perancangan sebuah rumah susun di perlukan pendekatan social.Kita dapat membuat suatu tempat dimana orang dapat berkumpul,mungkin semacam ruang public yang dapat di pergunakan untuk saling bertemu satu sama lain ruang public itu dapat dimanfaatkan sebagai tempat jualan,sehingga ibu-ibu tidak terlalu kerepotan bila tidak dapat berbelanja ke pasar.pada malam hari nya mungkin di pasang tenda temporer untuk jualan makanan atau sekedar kucingan.selain itu untuk menjaga keamanan,kita dapat membuat pos jaga.seperti biasanya,setiap kepala keluarga akan berjaga bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan.Ini tentu saja akan terasa seperti kehidupan normal yang biasnya dilakukan oleh masyarakat.
selain itu,tidak ada salahnya jika kita membuat lapangan tempat anak-anak bemain di setiap lantainya..mungkin ide itu agak berlebihan akan tetapi memungkinkan.karena dirancang juga sebagai tempat bermain anak maka,perlu perlindungan ketat dalam arti bahwa desain kita harus bersifat melindungi.
dapat kita ambil contoh rumah susun yang di rancang oleh salah satu dosen kita pak Setyo.Beliau mendesain rumah susun yang berbeda dengan rumah susun kebanyakan.rumah susun itu dibangun di daerah sekitar kali code.
Saya kira rumah susun itu dibuat berdasarkan pertimbangan pendekatan sosial dengan mengadakan obsevasi dan penelitian terlebih dahulu.tantu saja hasilnya maksimal dan masyarakat tidak merasa aneh menempati rumah susun tersebut.
Berikut saya sertakan beberapa foto yang kiranya dapat memberi inspirasi bagi yang mau merancang rumah susun.Rumah ini dirancang oleh bapak Setyo.



pendekatan pada rumah susun

Rabu, 25 Februari 2009

kiamat




Hari ini langit mendung sampai-sampai matahari malu menampakan wajah khasnya.seperti biasa aku duduk di teras belakang rumahku sambil menatap kearah danau.Deretan cemara menambah keindahan danau.mataku seakan tak mau beranjak dari tempat itu,memaksa diriku untuk tetap tinggal selama beberapa saat dan pastinya memuji kecantikan hari itu.
Merasa ada yang kurang sehingga aku berjalan menggahampiri jembatan tua yanag berada tak jauh dari danau itu.
Aku duduk di ujung jembatan sambil melempar beberapa kelikir kedanau.Airnya begitu jernih akan tetapi sama sekali tak ada ikan atau hewan air lainnya.terlihat.aneh sekali pikirku…

Tiba-tiba hujan deras.Aku berlari menghampiri rumahku.Aku bergegas mengganti pakaianku yang basah.
Aku suka berdiam diri di kamar sambil membaca buku atau duduk menyendiri di pinggir danau sambil berimajinasi.ayah dan ibukuku meniggal 12 tahun yang lalu tepatnya saat aku berusia 8 tahun.sejak saat itu aku hidup sebatangkara.ayah tak banyak meninggalkan harta sehingga aku harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan harianku.
Bekerja keras tak membuatku sedih tetapi mengingat aku tak memiliki satupun saudara itulah sesungguhnya lebih menyedihkan.sekarang umurku 20 tahun.aku masih bisa merasakan duduk dibangku perkuliahan itupun karena beasiswa prestasi.Aku sangat bersyukur untuk itu.Aku tidak menyangka bisa kuliah,sedikitpun tak terbayang dalam benakku.
Mungkin aku tipe orang yang tertutup sehingga tidak memiliki teman teman dekat yang dapat menjadi tempat curhatku.. sulit bagiku untuk beradaptasi dengan orang lain termasuk dengan teman-teman sekelasku.aku hanya mengamati mereka dari jauh,mereka bisa tertawa dan kadang-kadang berteriak histeris.Bagiku mereka sangat normal,aku berusaha keras untuk menjadi seperti mereka namun itu sulit.
Ada satu hal lagi,aku di anggap bisu dan aneh karena keadaanku yang seperti ini namun aku tidak peduli apa yang mereka pikirkan tentang ku.aku tetap bisa menikmati hidupku yang seperti ini.


Pagi ini seperti biasanya aku pergi ke kampus dengan mengendarai mobil butut peninggalan ayahku.suara mesinnya sungguh nyaring sehingga bisa membuat gendang telinga seekor tikus pecah.
Setelah memarkirkan mobil itu,aku berjalan menuju ruang kuliah.seperti biasanyanya aku adalah mahasiswa pertama yang datang.Aku meletakan tas diatas meja.ku keluarkan beberapa buku sastra kemudian aku mulai membaca lembar demi lembar.
Pintu ruangan terbuka,teman sekelasku masuk dan terjadilah keributan.namun karena terbiasa,aku tetap konsentrasi terhadap bacaanku.
Beberapa lama kemudian bu Yolanda dosen sastra inggris memasuki ruang kelas namun ada yang tidak biasa.ada sosok pria bertubuh tinggi mengikutinya.kelihatannya ada mahasiwa baru.tetapi dia cukub menarik perhatian.aku bisa gambarkan dia dengan satu kalimat.pria itu sempurna.namun untuk apa aku menghiraukannya,itu tidak penting.aku kembali membaca baris-baris puisi pada halaman ke 5.
Bu darbost meminta ia memperkenalkan dirinya.
“hi…aku vicktor”
”hi juga vicktor…”beberapa gadis-gadis super modis menyapanya.
dia hanya tersenyum tipis.

Kemudian dia menghampiri ku dan akhirnya memutuskan untuk duduk disebelahku.entahlah mengapa ia memilih duduk disampingku sedangkan masih ada kursi kosong disamping Jessica sang putri kecantikan.jessica sengaja menyuruh Daniela menyingkir sehingga vicktor bisa duduk disana namun dengan satu gelengan dan senyum,vicktor menolaknya.tampaknya ia cukub marah karena masih ada pria yang menolaknya.
Aku melihat kejadian itu tapi juga tidak berusaha memikirkannya toh itu urusan mereka.ia meghampiri meja ku,disampingku memang ada satu kursi kosong.tiadk ada yang mau duduk disebalahku karena semuanya menganggap aku aneh.ia tersenyum kepadaku dan itulah pertama kalinya aku merasa ada yang memberi senyum tulus kepadaku.tetapi mungkin juga itu hannya perasaanku saja.
Aku hanya menatap ke arahnya dengan ekspresi mati.aku tau semua orang akan merasa aku aneh dan menjauhiku.tapi tak dapat dipungkiri itulah tujuankau yang sesungguhnya.aku bukan orang yang mudah menerima orang lain.dan karena itu aku tidak punya teman,aku terlalu takut untuk menyangi seseorang,aku takut mereka akan meninggalkan ku karena suatu alasan yang aku anggap tidak ada.
Beberapa jam berlalu dengan cepat dan akhinya perkuliahan selesai.aku segera beranjak dari tempat itu.menghindari keramaian yang membuatku tidak nyaman.aku ingin segera pulang namun masih ada satu mata kuliah lagi.
Ku putuskan untuk pergi ke café diseberang jalan untuk menikmati kopi selama sejam sambil menunggu untuk kuliah berikutnya.kafe ini ternyata memang tempat yang cukub nyaman untuk orang seperti aku.tempatnya tidak terlalu ramai dan ada musik lembut yang mengalun begitu saja.mereka tau bagaimana seharusnya.aku juga tetap dapat menikmati keindahan taman buatan di samping kafe ini.ada beberapa tanaman hijau malata yang dirawat dengan baik dan bunga mawar merah yang sedang bermekaran sungguh mampesona.
Sulit membayangkan akan apa yang terjadi di kemudian hari bila aku tidak lagi dapat menikmati semua ini.
Ku lirik jam tangan ternyata waktu perkuliahan akan segera dimulai.ku keluarkan uang dari dalam dompetku kemudian ku letakkan di atas meja.
Ku raih tas dan pergi dari kafe itu.
Kali ini aku mengikuti perkuliahan struktur konstruksi.mahasiswa di minta membuat desain rumah yang berfugsi ganda,mampu menampung masa dan setidaknya cukub kokoh bertahan saat bencana alam.
Ini adalah tantangan bagiku dan teman2 lainnya.kami diperbolehkan pulang setelah mendapat tugas dan mendengar penjelasan dari dosen.


Setelah perkuliahan selesai,aku pulang ke rumah.sesampainya dirumah,kurebahkan badanku ke tempat tidur membuang sebagian rasa lelah ku hari ini.setidaknya aku dapat memperoleh energi baru yang segar.
“guk…guk..”
Sambil menggonggong,blacky menjilati tanganku memaksaku untuk bangun.
Mungkin ia lapar dan kesepian karena aku seharian ini sibuk kuliah.instingnya begitu kuat,aku tau itu.seekor anjing memiliki kepekaan lebih disbanding manusia.
Aku beranjak dari tempat tidur kemudian berjalan menuju dapur mencari makanan untuk blacky.Aku menuangkan makanan kesukaannya ke tempat makannya.ia menyambut dengan sukacita.begitu lahapnya ia makan sampai-sampai menjilati tempat makannya hingga bersih.aku mengelus-elus kepalanya perlahan.dialah satu-satunya temanku 2 tahun terakhir ini.setidaknya ia cukub pintar untuk kategori seekor anjing.setiap pagi ia membangunkanku,mengambil Koran dihalaman dan kebiasaan lainnya yang cukub membantuku mangatasi hari-hariku yang berat.
Aku kembali masuk kekamar ku,manatap langit hari itu yang begitu gelap dari arah jendela.udara begitu dingin dan angin bertiup kencang,daun2 beterbangan mengikuti arah angin.beberapa menit kemudian hujan deras turun tanpa henti.
Aku ketakutan namun tak dapat berbuat apa2.aku naik ke ranjang bersama blacky dan ku peluk erat dia.aku kemudian tertidur pulas.
Aku bermimpi terjadi badai yang besar dan mahadasyat,anak2 menangis mencari orang tua mereka.ada yang tertindih tembok,ada yang terbawa air banjir.aku ketakutan dan akhirnya terbangun.”.itu hanya mimpi”…
Peluh ku mengalir deras dan aku benar2 kehausan.kuraih segelas air di samping ranjangku.ku teguk hingga habis.
Mataku tak dapat ku pejamkan lagi,sekarang pukul 05:30.
Aku bergegas mandi dan menyiapkan sarapan.setelah siap,aku mengambil beberapa buku diatas meja kemudian ku masukan dalam tas ranselku.
Aku merih kunci mobil yang tergantung pada tengkorak kepala rusa yang menjadi pajangan diruang tamu..
Aku berlari menuju mobil jeep tuaku.aku memanaskan mesin mobil sebelum melaju di jalanan.hujan belum reda bahkan bertambah deras.namun aku tidak peduli.aku berangkat ke kampus.dalam perjlanan menuju kampus,aku menyalakan radio.
“Warga yang bermukim disekitar kali code mengungsi ke berbagai daerah di jogja karena ketakutan.luapan kali code mengakibatkan pengikisan tanah yang hebat sehingga rumah warga hancur dan terhanyut”.
Bersamaan dengan berita yang kudengar,aku terperanjat karena ada air yang masuk ke mobilku.aku tiba di kampus dengan keadaan basah.tinggi air mencapai 1 meter,rumah warga terendam banjir dan mulai muncul wabah penyakit dimana-mana.semua orang ketakutan.,tangis dan teriakan ada dimana-mana.
Aku nekat masuk ke kampus dan membuat beberapa rancangan rumah yang ku sebut amphibi.aku ingin ada sesuatu yang dapat berfungsi baik di tempat kering maupun basah.
Hujan tidak reda hingga saat ini dan aku sadar bahwa ini akan semakin parah bahkan mungkin dapat menenggelamkan kota jogja..
Tiba-tiba vicktor datang menghampiriku.aku berusaha tetap focus dengan pekerjaanku.
“Hi…brigita..”sapanya lembut.
Aku mengangkat kepalaku dan seperti biasa memberi tatapan datar dan ekspresi mati.aku harap dia bosan dan meninggalkan ku namun sebaliknya ia malah semakin mendekat.
“Aku ingin membantu mu membuat sesuatu yang dapat menyelamatkan kita semua.aku sama sekali tidak bermaksud mengacaukan konsentrasi mu,atau mungkin kau mengiginkan aku pergi dari hadapanmu??.”katanya pelan dan lirih
“tidak..,tapi untuk apa aku jelaskan,toh kamu juga tidak akan mengerti”tandasku
“baiklah…tetapi selama beberapa hari aku disini,kamu satu-satunya orang yang tidak menyapaku”
“itutidak penting,mungkin lebih baik kita bicarakan mengenai rancangan ini..”kataku lagi.

Aku menjelaskan mengenai konsepku kepadanya lebih detail.aku piker dia cukub pintar karena memahami konsep yang aku buat.dia partner yang baik.aku mulai menikmati waktu kebersamaan kami.
Setelah beberapa jam berlalu,rancangan kami selesai,kami berdiskusi dengan dosen arsitektur,kemudian setelah di setujui,sesegera mungkin kami ajukan pada rector.
Kami berusaha meyakin kan pada rector bahwa itu dapat membantu mengatasi masalah banjir.entahlah darimana aku mendapatkan keberanian yang begitu besar seperti saat ini.
Aku merancang sebuah bangunan yang berbentuk seperti kapal sehingga bila air semakin tinggi,benda itu dapat terapung.
Selama 1 minggu para tukang mengerjakannya.akhirnya berhasil juga.kami sangat senang namun keadaan sangatlah buruk,ketinggian air mencapai 5 meter dan sulit bagi manusia dan hewan darat untuk bertahan hidup…
Kota seperti mati.banyak pohon tumbang dan listrik padam.kami kesulitan..wabah demam berdarah,diare membunuh banyak orang.ada pula yang mati tenggelam,tertindih bangunan dan pohon-pohon.Menyedihkan melihat keadaan seperti itu.
Tenaga medis hanya sedikit yang dapat membantu.
Kami mengajak orang-orang yang masih hidup untuk naik ke rumah kapal itu.mereka tampak ketakutan.ada anak yang kehilangan orang tuanya.hari-hari berlalu dengan menyedihkan.semakin banyak yang meninggal.aku membantu sebisaku.

Keesokan harinya aku berdiri dibagian depan kapal.aku melihat temanku edo melompat ke air…
“Edo….apa yang kau lakukan?”teriakku
Ia tidak menjawab apapun.hanya tersenyum.namun anehnya kakinya berubah menjadi ekor dan mulai ditumbuhi sisik.
astaga…ia menjadi ikan,itu aneh tapi benar-benar terjadi.
Aku hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatahkata pun.aku merasa aneh akan apa yang baru saja ku lihat.itu terjadi begitu saja dan aku tak dapat melakukan apa-apa.
aku duduk terpaku menatap dunia…hanya ada genangan air dimana-mana.bahkan rasanya hatiku dipenuhi air yang banyak,begitu sesak.tiba-tiba vicktor datang dan menemaniku duduk.ia berusaha menenagkan aku.aku cukub menikmati itu.setidaknya ada kelegaan bahwa masih ada orang didunia ini.aku masih takut sendiri,sejujurnya itu yang kurasakan.hari-hari berlalu,semakin banyak yang mati sampai akhirnya tertinggal kira-kira 50 orang dalam rumah kapal itu termasuk aku dan vicktor.

Setiap hari kami lalui bersama saling menolong dan akhirnya aku merasa ada sesuatu yang membuat aku merasa menjadi orang aneh bila tidak bertemunya seharipun.mugkin itu yang disebut cinta..slami ini hal itu yang aku tolak dank u hindari.aku sadar akan hal itu.namun aku mencoba tenang dan melupakanya.
“brigita…cepat kemari..”teriak seorang ibu.
“ada apa bu?”
“vicktor…..”
“Ada apa dengan vicktor?”aku cemas.
“ia sakit…”
Aku berlari mendapatinya,ku tatap sosok bertubuh tinggi itu terbaring tak berdaya di tempat tidur.aku tidak dapat menahan air mata ku yang ku simpan sejak ayah dan ibuku meninggal.
Aku menangis dihadapannya,begitu bodoh dan memalukan.
Ia tersenyum dan memanggilku kesisisnya.aku duduk dan manatapnya dengan mata berkaca-kaca.aku terdiam,tak dapat berkata apapun bahkan untuk bilang kalau aku benar-benar menyayanginya.
“disini awal kita bertemu dan aku sangat menikmatinya.ini adalah kejutan yang menyenangkan.bisa mengenalmu sungguh sesuatu yang luar biasa.dari awal kita bertemu aku ingin mengatakannya namun sulit tetapi sekarang waktuku tinggal sedikit.aku menyayangimu.namun aku tidak dapat bertahan lama.,tersenyumlah untuk hari esok karena kamu masih akan menikmatinya”
“kita akan tetap menikmati hari esok bersama entah dalam keadaan apapun dan satu hal lagi…aku juga menyayangimu..”

Aku menemaninya tidur,tanpa ku sadari aku juga tertidur.
Saat aku terbangun,aku masih memegang tangannya namun terasa sangat dingin.aku terperanjat dan berteriak.mengapa ia harus mati???tangannya begitu kaku…hidupku begitu hancur…mengapa semua yang kusayangi harus pergi meninggalkanku…
Aku tidak tau harus bagaimana melanjutkan hidup,aku berusaha untuk tetap berjuang demi janjiku….janjiku pada vicktor .




The end

Selasa, 10 Februari 2009

masjid agung bandung

Saya mengambil contoh dari perubahan masjid agung bandung.terdapat perombakan kecil maupun besar-basaran alias total.setidaknya tercatat sudah 7 kali perombakan terjadi sejak dibangunya masjid itu yakni di abad ke-19 tiga kali perombakan dan di abad ke-20 empat kali perombakan.
Sedangkan Perombakan yang bersifat total terjadi 2 kali yakni pada tahun 1955 saat akan dilangsungkannya Konferensi Asia Afrika di Bandung dan pada tahun 1973 melalui SK Gubernur Kepala DATI I jabar.
Saat itu masjid masih berupa bangunan panggung tradisional sederhana yang.terbuat dari bamboo dan bertap rumbia.Namun pada sekitar bangunan masjid sederhana itu, ada yang menarik yakni terdapatnya kolam kolam besar nan luas sebagai
tempat mengambil air wudlu.


Gb 1. Masjid Agung Bandung untuk pertama kalinya terekam dalam sebuah litho pelukis Inggris W. Spreat yang dibuat pada tahun 1852. Tampak atap masjid ”bale nyungcung”.


Pada tahun 1826, bangunan masjid agung secara berangsur-angsur diganti dari bahan bilik dan bamboo menjadi bangunan berkonstruksi kayu.Bupati R.A. Wiranatakusumah IV (1846-1847) yang juga adalah seorang arsitek, merenovasi bangunan masjid agung dan pendopo kabupaten.Perombakan pada masjid agung berupa penggantian material atap dengan genting dan dinding dengan tembok batu bata.
Di sini terlihat bahwa masjid agung beratap tumpang tiga, memiliki halaman luas, dikelilingi pohon bambu dan kelapa serta di depannya terdapat gerbang yang diapit dua pohon beringin. Dari lukisan itu dapat juga kita lihat bahwa masjid agung merupakan bangunan tunggal, berskala besar/monumental dengan semacam pendopo di depannya. Secara umum, atap tumpang yang tinggi dan besar serta deretan kolom di sekeliling masjid memberi ciri penting. Khusus pada atap, di sini sudah memperlihatkan bentuk atap tumpang tiga yang tinggi seperti “Bale Nyungcung” yang makin terkenal di kemudian hari. Ekspresinya ditunjukkan dengan atap tinggi menjulang ke atas namun pada bagian ujung bawah setiap lapisan atap tumpukan berbelok ke arah mendatar/horizontal dengan cepat.


Bentuk dan ekspresi atap seperti itu, tampak makin terlihat pada tahun 1875 seperti yang ditunjukkan pada foto lama di tahun yang sama (lihat gb. 2).Selain lapisan atap tumpukan yang sudah `nyungcung`, pada bagian ujung bawah lapisan atap pertama juga makin jelas menunjukkan belokan atap ke arah lebih mendatar.

Gb. 2. Masjid Agung Bandung pada foto tahun 1875. Tampak jelas deretan kolom-kolom”doric”Yunani.(Sumber:KITLVLeiden)



Selain atap, di sini juga memperlihatkan adanya beberapa perubahan lainnya seperti: adanya semacam tembok/pagar yang mengelilingi pendopo/serambi luar masjid setinggi satu hingga satu setengah meter. Ini boleh jadi bukan sekadar tembok/pagar, tetapi juga berfungsi sebagai tempat duduk-duduk dari pondasi yang ditinggikan yang sekaligus mampu menahan kolom-kolom/tiang-tiang.

Memasuki pada abad ke-20, tepatnya pada tahun 1900 Masjid Agung Bandung mulai dikenal menjadi tempat ibadah. dilengkapi dengan ciri masjid tradisional yang sangat kental. Antara lain: denah empat persegi panjang, bedug dan kentongan, bangunan menghadap ke timur tepat, ada makam, benteng, dan tidak bermenara (Graaf, 1947).


Mendekati tahun 1930-an, masjid agung semakin terkenal dan sangat menonjol dalam fungsi, aktifitas, dan kegiatan-kegiatannya. Bisa dikatakan masjid agung pada saat itu mengalami `zaman keemasan` sebagai pusat ibadah dan sosial penduduk kota. Masjid dipakai untuk berakad nikah,tempat merayakan Mauludan, Rajaban, Shalat Ied dan belajar mengaji, serta menjadi baitul mal yang menerima zakat fitrah dan mengurus kesejahteraan umat.Sepasang menara kembar semakin memperkuat kesan simetri.


Gb. 3. Masjid Agung Bandung pada foto tahun 1935. Terjadi perubahan pada atap yang semakin menjulang dan adanya penambahan menara kembar didepan masjid...sumber;haryanto kunto..


Dari segi bentuk dan ekspresi bangunan, mungkin pada penampilan bangunan pada saat itulah yang memperlihatkan bentuk paling anggun dan menarik dibandingkan sebelumnya…pada masa ini pula bangunan masjid agung dan bahkan hampir seluruh bangunan sekeliling alun-alun diberi pagar tembok berlubang-lubang berornamen sisik ikan hasil rancangan arsitek Belanda terkenal Henry Maclaine Pont.

Perombakan total 1

Pada tahun 1955 ini, penampilan masjid jelas mengalami perubahan yang luar biasa dibanding dengan perubahan-perubahan kecil sebelumnya. Tampak depan juga dirubah total. Kedua menara kecil di kanan dan di kiri masjid dibongkar. Serambi diperluas ke depan yang menyebabkan halaman menjadi lebih sempit, bahkan hampir seperti tidak lagi memiliki halaman depan.Ruang panjang kiri dan kanan (pawestren) dijadikan satu bangunan induk, sehingga bangunan masjid menjadi sebuah massa tunggal. Bangunan baru ini dilengkapi menara berpuncak kubah bawang di sebelah selatan masjid. Perubahan yang paling spektakuler adalah bentuk atap bangunan induk yang sudah lebih dari seabad berbentuk `Bale Nyungcung` diganti dengan kubah segi empat bergaya Timur-tengah.(lihat gmbr.4)


Gb 4. Foto Masjid Agung Bandung pada tahun 1955, sesaat sebelum diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika. Di sini terjadi perubahan besar-besaran, dari atap bale nyungcung ke atap kubah. (Sumber: Haryoto Kunto)



Perubahan atap dari `bale Nyungcung` ke atap kubah segi empat seperti ini juga semakin memperkuat legitimasi penggunaan bentuk kubah bergaya Timur-tengah itu di pulau Jawa sebagai simbol sebuah masjid yang nantinya semakin kuat pada masa-masa mendatang. Karena pada sekitar tahun itu pula beberapa masjid di pulau Jawa dibangun juga dengan atap kubah seperti Masjid Syuhada (1952) di Yogyakarta dan Masjid Al-Azhar (1956) di kebayoran baru Jakarta.Masjid Agung Bandung dalam penampilan seperti itulah saat dilangsungkannya Konferensi Asia Afrika di Kota Bandung. Masjid digunakan sebagai tempat shalat para tamu-tamu dari luar negeri, sejak saat itu Masjid Agung bandung mulai dikenal oleh dunia Islam meskipun bentuknya sudah jauh meninggalkan aslinya yang beratap `Bale Nyungcung`


Perombakan total 2

Pada perkembangannya atap kubah hasil perombakan tahun 1955 tersebut pernah rusak karena tertiup angin dan diperbaiki pada tahun 1965. Kemudian diperbaiki kembali bersamaan dengan perbaikan beberapa bagian masjid serta penambahan ruangan untuk kegiatan pendidikan (madrasah dan TK) dan poliklinik pada tahun 1967/1968. Akhirnya kubah bawang yang sudah diperbaiki itu pun akhirnya diganti dan sekaligus diubah dengan yang bukan kubah bawang lagi pada tahun 1970-1973. Artinya Atap kubah bawang itu hanya bertahan selama kurang lebih 15 tahun.
Pada tahun 1973 ini dilakukan perombakan total kembali berdasarkan SK Gubernur Kepala DATI I Jabar tahun 1973. Bangunan yang baru memiliki wajah dan bentuk yang sama sekali berbeda dengan bentuk masa sebelumnya. Hasil renovasi ini diresmikan pada tahun 1974 (lihat gb. 5).


Gb 5. Masjid Agung Bandung pada penampilan di tahun 1974.

Masjid diperluas lantainya lagi, bahkan mulai dibangun bertingkat. Dibangun pula lantai basemen untuk tempat wudlu, sedangkan lantai dasar dipakai untuk ruang shalat utama dan kantor DKM. Sementara lantai di bagian atas difungsikan sebagai mezanin untuk tempat shalat yang berhubungan langsung dengan serambi luar. Serambi luar ini dihubungkan dengan jembatan beton ke arah alun-alun Bandung yang dapat kita lihat pada tampak muka masjid.Menara yang lama dibongkar diganti dengan yang baru yang lebih tinggi di halaman depan sebelah kiri. Menara yang baru ini diberi ornamen shading dari logam yang konon sedang tren pada saat itu. Perubahan drastis terjadi kembali pada atap yakni atap kubah langsung diganti dengan atap yang merujuk kembali atap tumpang tetapi berbeda tampilan dan ekspresinya, katanya model joglo, sebutan sebagian orang.

Bangunan yang ada sekarang ini sebagian besar adalah hasil perombakan total pada tahun 1973 tersebut.Pada akhir tahun 1980, penampilan masjid dirubah dengan selain diberikan finishing bahan dan detail-detail di dalam bangunan, juga ditambah fasade dinding pagar dan gerbang yang dilengkapi dengan pintu-pintu besi (gb. 6). Pagar dan gerbang ini cukup tinggi sehingga berkesan monumental. Elemen ini sangat tebal sehingga juga berkesan masif seperti benteng yang tak ingin ditembus kecuali melalui pintu-pintu yang juga berskala monumental.



Gb. 6. Masjid Agung Bandung pada foto tahun 2001.(Foto: Indra Yudha)


Penambahan yang tak kalah menarik adalah adanya rangka besi berbentuk kubah pada puncak menara masjid. Boleh jadi karena dianggap tidak mudah untuk mengenali bahwa bangunan tersebut adalah masjid bagi orang kebanyakan karena tertutup pagar dan gerbang, maka penambahan kubah pada puncak menara tersebut dianggap dapat memberi tanda/simbol yang mempermudah pengidentifikasian oleh masyarakat kebanyakan dari mana-mana. Lebih unik lagi, hampir setiap rangka besi kubah diberi rangkaian lampu-lampu, sehingga pada malam hari nyala terang lampu yang membentuk gubahan bentuk kubah itu dapat dengan mudah dikenali oleh khalayak umum sebagai bangunan masjid dengan baik.


Begitulah kira-kira informasi yang bisa saya peroleh mengenai perubahan suatu karya arsitektur.saya pikir perubahan yang terjadi pada masjid agung bandung adalah salah satu contoh karya arsitektur yang perombakannya besar-besaran.mungkin lebih tepatnya seperti metamorfosis kupu-kupu yang awalnya adalah seekor kepompong.

Jumat, 14 November 2008

Tipe ruang

Ada empat tipe ruang,berikut penjelasan masing-masing tipe disertai dengan gambar:

1.Tipe pertama

Di sebut juga linier.

Tipe ini yang memiliki punggung dan muka.ruang linier ini bisa di perpanjang ke samping tanpa merubah karakteristiknya.ruang ini hanya berubah ketika di perluas ke muka sehingga ketebalannya bertambah.

Contoh gambar:


2.Tipe kedua

Di sebut juga radial.

Tipe ini yang memancar keluar dan membiarkan pusat sebagai tempat yang tidak aksesibel.ruang tipe ini membiarkan tepinya di akses oleh orang banyak

Contoh gambar:

3.Tipe ketiga

Di sebut juga sentral atau memusat.

Tipe ini merupakan kebalikan dari tipe radial.pada tipe ini,punggung ada di kulit luar sedangkan pengaksesberada di tengah.

Misalnya yang ada di kampus UKDW adalah atrium.

Contoh gambar:

4.Tipe keempat

Merupakan tipe ketiga tetapi dengan membuat intensifikasi ruang dangan memberikan naungan atau payung yang menyedot ruang itu padanya.

Contoh gambar:

Pandangan saya tentang ruang kampung…

Sewaktu memasuki ruang kampung di atrium,saya langsung mendengus…wahhh

Ini benar-benar kampung tapi bukan kampungan..he..he..

Terus terang ,ruang kampung yang kemarin ada di atrium sangat akrab dan bersahabat dengan saya.Menurut saya,ruang kampung itu sangat menarik perhatian karena ada beberapa alasan antara lain karena terlihat berbeda dengan apa yang terpampang di depan mata setiap hari,selain itu karena letaknya di atrium yang merupakan tempat berkumpulnya mahasiswa sehingga bila ada yang terlihat sedikit berbeda maka akan jadi sorotan.Waktu pertama kali melihat ruang kampung itu,saya terkejut dan terpesona.Hasil kerja teman-teman dekorasi sungguh mengagumkan…serasa di kampung,lengkap dengan atribut kampungnya..he..he..Saya merasa tertarik untuk masuk kedalamnya,menikmati setiap sudut yang di sajikan berdampingan dengan karya mahasiswa arsitektur.Bagi saya,ruang kampung memberi banyak gambaran tentang suasana kampung.Katakan lah itu memang hanya sebuah ruang yang di tata akan tetapi bila di nikmati dan dicerna dengan baik maka akan memberi efek dan sugesti.Anda dapat merasakan suasana yang alami sebab material bangunan ( gazebo) adalah bambu.









Pandangan saya tentang ‘ruang kampung’ adalah bahwa sangat menarik karena dapat merasakan kampoeng tempoe doeloe yang jauh berbeda dengan yang terlihat setiap hari.Sangat jauh dari hingar-bingar kota yang memusingkan.Pokoknya ada hal baru yang berbeda dengan keseharian kita di kota jogja.Waktu meruang di sana,saya juga sekaligus bernostalgia.Saya teringat akan kampung halaman saya yang notabene ciri bangunan nya masih sangat sederhana seperti yang ada di atrium waktu itu.Mungkin perlu saya deskripsikan sedikit:atapnya terbuat dari daun kelapa,berdinding bambu.bahan-bahan tersebut sangat ramah lingungan dan tentu saja mempunyai nilai estetika dan artistik yang tinggi.Rasanya membosankan karena setiap hari kita melihat gedung-gedung tinggi.momen itulah yang benar-benar saya manfaatkan untuk merasakan hal berbeda,menikmati suasana kampung yang benar-benar kampung dan tentu saja mengingatkan saya akan tempat saya tumbuh dulu,suasana yang selalu saya rindukan.

Tapi ada hal yang juga membuat saya merinding ….bila kita memasuki area pameran,ada tempat sesajian di pintu masuk,tapi itu belum seberapa.kalau kita menoleh kearah kiri maka mata akan langsung membelalak,bulu kudukpun beranjak berdiri.Tau kah mengapa begitu???he…he…jawabannya sangat simple,ada dua kuburan di sana

Entah dari mana teman-teman sie dekorasi mendapat ide seperti itu,tapi itu sangat ‘aneh dan gila’..wkwkwkwkkkk…

Saya juga mendengar bahwa akibat ide gila teman-teman dekorasi,yang memasang dupa,membuat kuburan,menaruh sesajian di depan pintu masuk,mereka merasakan hal yang aneh dan menakutkan.Ternyata dekorasi dan perlengkapan itu mempengaruhi suasana.

Tempat itu juga mendapat perhatian dan minat yang luar biasa dari teman-teman program studi lain.buku tamu yang di sediakan terisi penuh,sungguh di luar dugaan.ada berbagai tanggapan(kritik dan pujian) dari pengunjung.

Pada dasarnya ada perasaan yang campur aduk waktu ada di lokasi dekorasi.seperti yang saya jelaskan di atas,ada emosi-emosi yang muncul…

Letak atrium di tengah memudahkan orang-orang mudah mengakses dan selebihnya menjadi pusat perhatian.pada saat saya ada di tempat itu,saya merasa sanggggggat perhatikan.berpasang-pasang mata memperhatikan kita entah dari lantai 2 ataupun lantai 3…it seems like super star in red carpet!!!!

Bisa di bayangkan bila ada banyak mata yang menatap kearah kita,ada rasa malu,narsis juga iya,terkesan caper…

Namun saya kira,tema itu sangat menarik dan cocok sekali mengingat kita jarang sekali memanjakan mata kita dengan yang natural,selain itu kapan lagi bisa melihat kampung seperti itu.Yang mengusulkan untuk mengangkat tema itu adalah kakak-kakak angkatan 2006,kata mereka lagi merindukan kampung halaman.Saya kira itu alasan yang cukup logis karena saya juga merasakan hal yang sama.











Seperti pada gambar di atasi, terlihat gazebo beratap daun kelapa plus atribut yang ada di sekitarnya antara lain kandang ayam,tanaman dan lain-lain.












Nah,seperti pada gambar di atas ternyata banyak yang tidak mau menyia-nyiakan momen ini.Para pengunjung tentu merasa rugi apa bila tidak berfoto ria.

Ada banyak pendapat dari mereka.ada yang mengatakan kita jadi wong deso sehari..he..he…

Begitulah kira-kira pandangan saya tentang tema GKM yang di usung dan akhirnya di realisasikan.Saya rasa bagus dan menarik,punya sesuatu yang beda.Itu ide yang sangat brilian,patut diacungi jempol…

Kamis, 02 Oktober 2008

Kauman


Pertama kali memasuki daerah kauman,saya merasa seperti artis masuk desa.he...he..

itu karena jalannya sempit sehingga bila melintasi jalan itu,semua mata akan memandang objek yang lewat di depannya.

Ada perasaan lain yang saya rasakan,keakraban.penghuni tempat itu kelihatannya sangat mengenal satu sama lain.mungkin karena tempat tinggal mereka berdempetan.hampir sama sekali tak ada celah pembatas,ruang gerak pun hampir tak ada.

Sejenak saya membayangkan tempat tinggal saya dan membandingkannya dengan apa yang saya lihat di kauman,sungguh perbedaan besar nyata terlihat.lingkungan tempat saya tinggal sangat luas,ada pekarangan tempat anak-anak bermain & berlarian.ada batas kepemilikan tanah,jadi tidak ada rumah yang bergandengan dengan rumah tetangganya.

Saat berkeliling-keliling tempat itu,mata saya melihat bangunan-bangunan yang rata-rata berumur tua.tetapi itulah letak keunikannya.model pintu dan jendelanya masih kuno,pada umumnya terbuat dari kayu.

Di saat bulan puasa ada aktifitas lain yang berlangsung yang berbeda dengan hari-hari biasanya.saya sangat beruntung karena dapat menyaksikan aktifitas dagang di kauman pada bulan puasa.banyak makanan yang di tawarkan,semuanya terlihat menggiurkan.

Konsumennya datang dari berbagai lapisan masyarakat,jadi yang menikmatinya bukan hanya umat muslim yang sedang berpuasa saja.sangat unik bukan??????


saya mau mengucapkan terima kasih untuk bu imel yang sudah mengajak kami sekelas untuk jalan-jalan ke kauman.sungguh ini adalah pengalaman yang menabjukan...so amazing...he..he..

mengingat aktifitas saya setiap hari adalah pergi pulang kampus dan kos.

Jarang sekali saya menghabiskan waktu untuk keliling jogja.maka tentu saja saya sangat menghargai tiap momen yang telah saya lalui.

Ada banyak pengalaman yang saya peroleh dari tour kecil ini.walaupun masih sulit di ungkapkan dengan kata-kata.

seperti yang sudah saya uraikan di atas,waktu melewati gapura saya merasa seperti artis tepatnya model yang sedang berjalan di catwalk...ha..ha..

tapi aslinya saya bukan orang narsis.....


teng kyiu....