Hari ini langit mendung sampai-sampai matahari malu menampakan wajah khasnya.seperti biasa aku duduk di teras belakang rumahku sambil menatap kearah danau.Deretan cemara menambah keindahan danau.mataku seakan tak mau beranjak dari tempat itu,memaksa diriku untuk tetap tinggal selama beberapa saat dan pastinya memuji kecantikan hari itu.
Merasa ada yang kurang sehingga aku berjalan menggahampiri jembatan tua yanag berada tak jauh dari danau itu.
Aku duduk di ujung jembatan sambil melempar beberapa kelikir kedanau.Airnya begitu jernih akan tetapi sama sekali tak ada ikan atau hewan air lainnya.terlihat.aneh sekali pikirku…
Tiba-tiba hujan deras.Aku berlari menghampiri rumahku.Aku bergegas mengganti pakaianku yang basah.
Aku suka berdiam diri di kamar sambil membaca buku atau duduk menyendiri di pinggir danau sambil berimajinasi.ayah dan ibukuku meniggal 12 tahun yang lalu tepatnya saat aku berusia 8 tahun.sejak saat itu aku hidup sebatangkara.ayah tak banyak meninggalkan harta sehingga aku harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan harianku.
Bekerja keras tak membuatku sedih tetapi mengingat aku tak memiliki satupun saudara itulah sesungguhnya lebih menyedihkan.sekarang umurku 20 tahun.aku masih bisa merasakan duduk dibangku perkuliahan itupun karena beasiswa prestasi.Aku sangat bersyukur untuk itu.Aku tidak menyangka bisa kuliah,sedikitpun tak terbayang dalam benakku.
Mungkin aku tipe orang yang tertutup sehingga tidak memiliki teman teman dekat yang dapat menjadi tempat curhatku.. sulit bagiku untuk beradaptasi dengan orang lain termasuk dengan teman-teman sekelasku.aku hanya mengamati mereka dari jauh,mereka bisa tertawa dan kadang-kadang berteriak histeris.Bagiku mereka sangat normal,aku berusaha keras untuk menjadi seperti mereka namun itu sulit.
Ada satu hal lagi,aku di anggap bisu dan aneh karena keadaanku yang seperti ini namun aku tidak peduli apa yang mereka pikirkan tentang ku.aku tetap bisa menikmati hidupku yang seperti ini.
Pagi ini seperti biasanya aku pergi ke kampus dengan mengendarai mobil butut peninggalan ayahku.suara mesinnya sungguh nyaring sehingga bisa membuat gendang telinga seekor tikus pecah.
Setelah memarkirkan mobil itu,aku berjalan menuju ruang kuliah.seperti biasanyanya aku adalah mahasiswa pertama yang datang.Aku meletakan tas diatas meja.ku keluarkan beberapa buku sastra kemudian aku mulai membaca lembar demi lembar.
Pintu ruangan terbuka,teman sekelasku masuk dan terjadilah keributan.namun karena terbiasa,aku tetap konsentrasi terhadap bacaanku.
Beberapa lama kemudian bu Yolanda dosen sastra inggris memasuki ruang kelas namun ada yang tidak biasa.ada sosok pria bertubuh tinggi mengikutinya.kelihatannya ada mahasiwa baru.tetapi dia cukub menarik perhatian.aku bisa gambarkan dia dengan satu kalimat.pria itu sempurna.namun untuk apa aku menghiraukannya,itu tidak penting.aku kembali membaca baris-baris puisi pada halaman ke 5.
Bu darbost meminta ia memperkenalkan dirinya.
“hi…aku vicktor”
”hi juga vicktor…”beberapa gadis-gadis super modis menyapanya.
dia hanya tersenyum tipis.
Kemudian dia menghampiri ku dan akhirnya memutuskan untuk duduk disebelahku.entahlah mengapa ia memilih duduk disampingku sedangkan masih ada kursi kosong disamping Jessica sang putri kecantikan.jessica sengaja menyuruh Daniela menyingkir sehingga vicktor bisa duduk disana namun dengan satu gelengan dan senyum,vicktor menolaknya.tampaknya ia cukub marah karena masih ada pria yang menolaknya.
Aku melihat kejadian itu tapi juga tidak berusaha memikirkannya toh itu urusan mereka.ia meghampiri meja ku,disampingku memang ada satu kursi kosong.tiadk ada yang mau duduk disebalahku karena semuanya menganggap aku aneh.ia tersenyum kepadaku dan itulah pertama kalinya aku merasa ada yang memberi senyum tulus kepadaku.tetapi mungkin juga itu hannya perasaanku saja.
Aku hanya menatap ke arahnya dengan ekspresi mati.aku tau semua orang akan merasa aku aneh dan menjauhiku.tapi tak dapat dipungkiri itulah tujuankau yang sesungguhnya.aku bukan orang yang mudah menerima orang lain.dan karena itu aku tidak punya teman,aku terlalu takut untuk menyangi seseorang,aku takut mereka akan meninggalkan ku karena suatu alasan yang aku anggap tidak ada.
Beberapa jam berlalu dengan cepat dan akhinya perkuliahan selesai.aku segera beranjak dari tempat itu.menghindari keramaian yang membuatku tidak nyaman.aku ingin segera pulang namun masih ada satu mata kuliah lagi.
Ku putuskan untuk pergi ke café diseberang jalan untuk menikmati kopi selama sejam sambil menunggu untuk kuliah berikutnya.kafe ini ternyata memang tempat yang cukub nyaman untuk orang seperti aku.tempatnya tidak terlalu ramai dan ada musik lembut yang mengalun begitu saja.mereka tau bagaimana seharusnya.aku juga tetap dapat menikmati keindahan taman buatan di samping kafe ini.ada beberapa tanaman hijau malata yang dirawat dengan baik dan bunga mawar merah yang sedang bermekaran sungguh mampesona.
Sulit membayangkan akan apa yang terjadi di kemudian hari bila aku tidak lagi dapat menikmati semua ini.
Ku lirik jam tangan ternyata waktu perkuliahan akan segera dimulai.ku keluarkan uang dari dalam dompetku kemudian ku letakkan di atas meja.
Ku raih tas dan pergi dari kafe itu.
Kali ini aku mengikuti perkuliahan struktur konstruksi.mahasiswa di minta membuat desain rumah yang berfugsi ganda,mampu menampung masa dan setidaknya cukub kokoh bertahan saat bencana alam.
Ini adalah tantangan bagiku dan teman2 lainnya.kami diperbolehkan pulang setelah mendapat tugas dan mendengar penjelasan dari dosen.
Setelah perkuliahan selesai,aku pulang ke rumah.sesampainya dirumah,kurebahkan badanku ke tempat tidur membuang sebagian rasa lelah ku hari ini.setidaknya aku dapat memperoleh energi baru yang segar.
“guk…guk..”
Sambil menggonggong,blacky menjilati tanganku memaksaku untuk bangun.
Mungkin ia lapar dan kesepian karena aku seharian ini sibuk kuliah.instingnya begitu kuat,aku tau itu.seekor anjing memiliki kepekaan lebih disbanding manusia.
Aku beranjak dari tempat tidur kemudian berjalan menuju dapur mencari makanan untuk blacky.Aku menuangkan makanan kesukaannya ke tempat makannya.ia menyambut dengan sukacita.begitu lahapnya ia makan sampai-sampai menjilati tempat makannya hingga bersih.aku mengelus-elus kepalanya perlahan.dialah satu-satunya temanku 2 tahun terakhir ini.setidaknya ia cukub pintar untuk kategori seekor anjing.setiap pagi ia membangunkanku,mengambil Koran dihalaman dan kebiasaan lainnya yang cukub membantuku mangatasi hari-hariku yang berat.
Aku kembali masuk kekamar ku,manatap langit hari itu yang begitu gelap dari arah jendela.udara begitu dingin dan angin bertiup kencang,daun2 beterbangan mengikuti arah angin.beberapa menit kemudian hujan deras turun tanpa henti.
Aku ketakutan namun tak dapat berbuat apa2.aku naik ke ranjang bersama blacky dan ku peluk erat dia.aku kemudian tertidur pulas.
Aku bermimpi terjadi badai yang besar dan mahadasyat,anak2 menangis mencari orang tua mereka.ada yang tertindih tembok,ada yang terbawa air banjir.aku ketakutan dan akhirnya terbangun.”.itu hanya mimpi”…
Peluh ku mengalir deras dan aku benar2 kehausan.kuraih segelas air di samping ranjangku.ku teguk hingga habis.
Mataku tak dapat ku pejamkan lagi,sekarang pukul 05:30.
Aku bergegas mandi dan menyiapkan sarapan.setelah siap,aku mengambil beberapa buku diatas meja kemudian ku masukan dalam tas ranselku.
Aku merih kunci mobil yang tergantung pada tengkorak kepala rusa yang menjadi pajangan diruang tamu..
Aku berlari menuju mobil jeep tuaku.aku memanaskan mesin mobil sebelum melaju di jalanan.hujan belum reda bahkan bertambah deras.namun aku tidak peduli.aku berangkat ke kampus.dalam perjlanan menuju kampus,aku menyalakan radio.
“Warga yang bermukim disekitar kali code mengungsi ke berbagai daerah di jogja karena ketakutan.luapan kali code mengakibatkan pengikisan tanah yang hebat sehingga rumah warga hancur dan terhanyut”.
Bersamaan dengan berita yang kudengar,aku terperanjat karena ada air yang masuk ke mobilku.aku tiba di kampus dengan keadaan basah.tinggi air mencapai 1 meter,rumah warga terendam banjir dan mulai muncul wabah penyakit dimana-mana.semua orang ketakutan.,tangis dan teriakan ada dimana-mana.
Aku nekat masuk ke kampus dan membuat beberapa rancangan rumah yang ku sebut amphibi.aku ingin ada sesuatu yang dapat berfungsi baik di tempat kering maupun basah.
Hujan tidak reda hingga saat ini dan aku sadar bahwa ini akan semakin parah bahkan mungkin dapat menenggelamkan kota jogja..
Tiba-tiba vicktor datang menghampiriku.aku berusaha tetap focus dengan pekerjaanku.
“Hi…brigita..”sapanya lembut.
Aku mengangkat kepalaku dan seperti biasa memberi tatapan datar dan ekspresi mati.aku harap dia bosan dan meninggalkan ku namun sebaliknya ia malah semakin mendekat.
“Aku ingin membantu mu membuat sesuatu yang dapat menyelamatkan kita semua.aku sama sekali tidak bermaksud mengacaukan konsentrasi mu,atau mungkin kau mengiginkan aku pergi dari hadapanmu??.”katanya pelan dan lirih
“tidak..,tapi untuk apa aku jelaskan,toh kamu juga tidak akan mengerti”tandasku
“baiklah…tetapi selama beberapa hari aku disini,kamu satu-satunya orang yang tidak menyapaku”
“itutidak penting,mungkin lebih baik kita bicarakan mengenai rancangan ini..”kataku lagi.
Aku menjelaskan mengenai konsepku kepadanya lebih detail.aku piker dia cukub pintar karena memahami konsep yang aku buat.dia partner yang baik.aku mulai menikmati waktu kebersamaan kami.
Setelah beberapa jam berlalu,rancangan kami selesai,kami berdiskusi dengan dosen arsitektur,kemudian setelah di setujui,sesegera mungkin kami ajukan pada rector.
Kami berusaha meyakin kan pada rector bahwa itu dapat membantu mengatasi masalah banjir.entahlah darimana aku mendapatkan keberanian yang begitu besar seperti saat ini.
Aku merancang sebuah bangunan yang berbentuk seperti kapal sehingga bila air semakin tinggi,benda itu dapat terapung.
Selama 1 minggu para tukang mengerjakannya.akhirnya berhasil juga.kami sangat senang namun keadaan sangatlah buruk,ketinggian air mencapai 5 meter dan sulit bagi manusia dan hewan darat untuk bertahan hidup…
Kota seperti mati.banyak pohon tumbang dan listrik padam.kami kesulitan..wabah demam berdarah,diare membunuh banyak orang.ada pula yang mati tenggelam,tertindih bangunan dan pohon-pohon.Menyedihkan melihat keadaan seperti itu.
Tenaga medis hanya sedikit yang dapat membantu.
Kami mengajak orang-orang yang masih hidup untuk naik ke rumah kapal itu.mereka tampak ketakutan.ada anak yang kehilangan orang tuanya.hari-hari berlalu dengan menyedihkan.semakin banyak yang meninggal.aku membantu sebisaku.
Keesokan harinya aku berdiri dibagian depan kapal.aku melihat temanku edo melompat ke air…
“Edo….apa yang kau lakukan?”teriakku
Ia tidak menjawab apapun.hanya tersenyum.namun anehnya kakinya berubah menjadi ekor dan mulai ditumbuhi sisik.
astaga…ia menjadi ikan,itu aneh tapi benar-benar terjadi.
Aku hanya terdiam tanpa mengucapkan sepatahkata pun.aku merasa aneh akan apa yang baru saja ku lihat.itu terjadi begitu saja dan aku tak dapat melakukan apa-apa.
aku duduk terpaku menatap dunia…hanya ada genangan air dimana-mana.bahkan rasanya hatiku dipenuhi air yang banyak,begitu sesak.tiba-tiba vicktor datang dan menemaniku duduk.ia berusaha menenagkan aku.aku cukub menikmati itu.setidaknya ada kelegaan bahwa masih ada orang didunia ini.aku masih takut sendiri,sejujurnya itu yang kurasakan.hari-hari berlalu,semakin banyak yang mati sampai akhirnya tertinggal kira-kira 50 orang dalam rumah kapal itu termasuk aku dan vicktor.
Setiap hari kami lalui bersama saling menolong dan akhirnya aku merasa ada sesuatu yang membuat aku merasa menjadi orang aneh bila tidak bertemunya seharipun.mugkin itu yang disebut cinta..slami ini hal itu yang aku tolak dank u hindari.aku sadar akan hal itu.namun aku mencoba tenang dan melupakanya.
“brigita…cepat kemari..”teriak seorang ibu.
“ada apa bu?”
“vicktor…..”
“Ada apa dengan vicktor?”aku cemas.
“ia sakit…”
Aku berlari mendapatinya,ku tatap sosok bertubuh tinggi itu terbaring tak berdaya di tempat tidur.aku tidak dapat menahan air mata ku yang ku simpan sejak ayah dan ibuku meninggal.
Aku menangis dihadapannya,begitu bodoh dan memalukan.
Ia tersenyum dan memanggilku kesisisnya.aku duduk dan manatapnya dengan mata berkaca-kaca.aku terdiam,tak dapat berkata apapun bahkan untuk bilang kalau aku benar-benar menyayanginya.
“disini awal kita bertemu dan aku sangat menikmatinya.ini adalah kejutan yang menyenangkan.bisa mengenalmu sungguh sesuatu yang luar biasa.dari awal kita bertemu aku ingin mengatakannya namun sulit tetapi sekarang waktuku tinggal sedikit.aku menyayangimu.namun aku tidak dapat bertahan lama.,tersenyumlah untuk hari esok karena kamu masih akan menikmatinya”
“kita akan tetap menikmati hari esok bersama entah dalam keadaan apapun dan satu hal lagi…aku juga menyayangimu..”
Aku menemaninya tidur,tanpa ku sadari aku juga tertidur.
Saat aku terbangun,aku masih memegang tangannya namun terasa sangat dingin.aku terperanjat dan berteriak.mengapa ia harus mati???tangannya begitu kaku…hidupku begitu hancur…mengapa semua yang kusayangi harus pergi meninggalkanku…
Aku tidak tau harus bagaimana melanjutkan hidup,aku berusaha untuk tetap berjuang demi janjiku….janjiku pada vicktor .
The end